Menu Close

Alasan Pemilik Mata Minus Rentan Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum. Sakit kepala ini ditandai dengan rasa sakit yang intens di belakang mata, kepala, dan leher. Rasanya juga mungkin seperti kepala yang ditarik ke belakang dengan sangat kencang. 

Sakit kepala tipe ketegangan adalah penyakit kepala paling umum terjadi

Sakit kepala tegang bisa dialami oleh siapa saja, namun kondisi ini lebih sering menyerang pemilik mata minus. Kebanyakan orang yang mengalami sakit kepala tegang mengalami sakit kepala episodik yang hadir satu atau dua kali per bulan. Sakit kepala tegang juga bisa kronis yang berlangsung selama 15 hari atau lebih selama sebulan atau lebih dari 3 kali dalam sebulan. 

Untungnya sakit kepala tegang mudah diatasi dan kekambuhannya bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup dan manajemen stres. 

Apa penyebab sakit kepala tegang?

Sakit kepala tegang disebabkan oleh kontraksi otot di daerah kepala dan leher yang dipicu oleh berbagai hal, termasuk makanan, aktivitas, dan stres. Seseorang lebih mungkin mengalami sakit kepala tegang jika:

  • Mata tegang akibat menatap layar gadget terlalu lama
  • Nyeri di bagian kepala dan leher yang disebabkan oleh masalah medis lain, seperti gangguan temporomandibular
  • Masalah tidur, seperti insomnia
  • Infeksi sinus
  • Stres
  • Mata kering
  • Konsumsi alkohol atau kafein
  • Postur tubuh yang buruk
  • Tidak minum cukup air
  • Masalah mata minus
  • Tidak makan dengan teratur
  • Kebiasaan merokok

Bagi sebagian orang, suhu yang terlalu dingin atau penyakit flu juga bisa memicu sakit kepala tegang.

Mengapa pengguna kacamata rentan terkena sakit kepala tegang?

Masalah mata, seperti infeksi mata, cedera mata pada kornea, dan mata minus atau rabun jauh (miopia) erat terkait dengan sakit kepala. Mata minus membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus pada satu titik untuk membentuk gambar yang jelas. 

Semakin lama, mata akan menjadi lelah dan tegang. Kedua hal tersebut merupakan faktor yang memicu sakit kepala tegang. Karena itulah pemilik mata minus lebih rentan mengalami sakit kepala tegang.

Tanda-tanda mata tegang meliputi:

  • Mata perih, lelah, atau gatal
  • Mata terlalu berair atau kering
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Sakit kepala di belakang mata
  • Sakit yang menjalar ke leher, bahu, atau punggung
  • Sulit berkonsentrasi
  • Peka terhadap cahaya
  • Merasa tidak bisa membuka mata

Sedangkan sakit kepala tegang ditandai dengan:

  • Sakit kepala yang konstan, tapi tidak berdenyut
  • Sakit kepala ringan hingga sedang
  • Rasa sakit terasa di kedua sisi kepala

Namun masalah mata jarang menjadi penyebab langsung sakit kepala, dan lebih sering menghasilkan gejala sakit kepala. Jika Anda memiliki mata minus dan sakit kepala tegang, biasanya juga disebabkan oleh faktor lain. 

Bagaimana cara mengobati sakit kepala tegang?

Biasanya sakit kepala tegang akan membaik dengan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas dan beristirahat. Beberapa pilihan obat pereda nyeri yang disarankan antara lain:

  • Asetaminofen 
  • Aspirin
  • Ibuprofen 
  • Natrium naproksen

Jika obat-obatan tersebut tidak membantu, Anda bisa mendatangi dokter dan meminta obat resep. Sebelumnya dokter akan mendiagnosis jenis sakit kepala tegang dan tingkat keparahannya. Obat antidepresan amitriptyline cukup umum digunakan untuk membantu masalah tersebut. 

Selain mengonsumsi obat-obatan, sakit kepala tegang juga diringankan dengan:

  • Kompres air hangat atau dingin 
  • Latihan relaksasi
  • Meditasi
  • Manajemen stres
  • Akupuntur
  • Jenis suplemen tertentu, seperti magnesium, riboflavin, dan koenzim Q10

Catatan

Jika Anda mengalami gejala sakit kepala tegang, coba istirahat sebentar dari kegiatan Anda. Alihkan pandangan dari layar kemudian minum obat pereda nyeri. Setelah kondisi Anda membaik, Anda bisa melanjutkan aktivitas Anda kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *